🫏 Pengamalan Sila Ke 5 Dalam Eksploitasi Sumber Daya Alam

9 Eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam milik Indonesia yang dilakukan oleh perusahaan asing telah mengakibatkan kerusakan alam yang masif. Sumber minyak disedot, batubara , emas dan nikel dikeruk demi menguntungkan sebagian kelompok saja. Hal ini sangat bertentangan dengan Pancasila khususnya sila ke ? 10. Fakir miskin dan anak Pengantar redaksi. Bulan Juni adalah bulan yang istimewa. Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Tanggal 5 Juni secara internasional diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup. Apa keterkaitan kelima sila dalam Pancasila dengan lingkungan hidup dan kewajiban pelestarian alam? Tulisan ini akan berbicara tentang hal itu. Apakah nilai-nilai Pancasila sudah secara sistematis “terlupakan” dalam khazanah kehidupan masyarakat kita? Jawabannya akan menjadi perdebatan, tetapi fakta-fakta di tengah masyarakat bisa menjadi bukti konkrit bahwa dasar bernegara ini cenderung hanya menjadi slogan di dinding ataupun sekedar bahan pelajaran di sekolah-sekolah. Hapal Pancasila, tapi sesama anak bangsa saling serang, korupsi jalan terus, agama dijadikan sumber konflik, parpol saling sikut dan kongkalingkong, persatuan diabaikan dan kekayaan alam hanya milik segelintir orang. Begitulah fenomenanya di jaman now. Pancasila seakan tercerabut dari masyarakatnya sendiri, tercerabut dari orang-orang yang sudah bersepakat untuk mengambilnya sebagai jalan hidup. Kalau memang kita sudah terlepas dari akar, dari tempat berpijak, maka kita tidak lagi menapak tanah, publik sudah menjadi publik di awang-awang. Tak tahu lagi realitas, tak terikat lagi dengan sekitarnya. Bersenang-senang dengan segala yang bersifat konsumerisme, lupa akan tanah tempat berpijak. Pada konteks ini komunitas yang tak menapak tanah adalah orang-orang yang tak lagi paham akan jernihnya air di sungai, gelepar ikan di sela bebatuan, kuningnya padi di musim panen yang bercengkerama dengan pipit terbang rendah, tak paham lagi akan pekatnya air rawa gambut tempat berlayar biduk nelayan pencari purun. Yang tampak di depan mata hanyalah hamparan alam yang bisa menjadi sumber pundi-pundi, memandang lahan sebagai sumber kekayaan pribadi. Itulah publik yang tak lagi berpijak, orang-orang jaman now. Melepaskan masyarakat dari hakekat alam semesta atau dari keterhubungannya dengan ekosistem yang lebih besar, sama saja dengan melepaskannya dari pondasi bernegara. Pancasila sudah merangkum semua dasar-dasar kehidupan, aspek ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan sosial untuk semua makhluk. Sudah ditegaskan semua itu, yang intinya menyatakan bahwa kehidupan ini adalah ekosistem yang besar. Dalam bahasa lain, kehidupan ini terdiri atas geopolitik dan geospasial yang harus dipahami sebagai sebuah kesatuan. Satu sudut pandang yang berangkat dari rasa kepentingan semua makhluk secara bersama-sama. Wawasan nusantara begitulah bahasa yang kerap didengar. Oleh karenanya, kalau sekarang kita banyak mendengar dan bahkan menderita karena bencana yang tak jua hilang, seperti pekatnya kabut asap gara-gara kebakaran lahan atau derasnya banjir di musim hujan, pada dasarnya kita sudah menjadi bagian dari publik yang tak dekat lagi dengan dasar bernegara. Bencana bukan karena faktor alam semata, sangat kecil kemungkinannya, tapi justru dominan karena ulah manusia. Manusialah yang membabat hutan, membakar lahan dan manusia juga yang kemudian menderita serta dipusingkan dengan hal itu. Manusia yang melepaskan diri dari tempatnya berpijak dan itu adalah manusia yang tidak menjiwai Pancasila. Terhadap terjadinya kerusakan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan karhutla, sudah cukup banyak usaha yang dilakukan, namun hampir bisa dipastikan semua tak tuntas dalam menyelesaikan masalah. Kecenderungan hanya penawar rasa sakit, sikap cepat dalam tanggap darurat tapi minim pada mitigasi. Bencanapun terus berulang. Siapakah yang berada di sekitar kebakaran hutan dan lahan tersebut? Masyarakat desa, pemerintah desa, pemerintah kabupaten dengan beragam SKPD nya, dan perusahaan perkebunan. Itulah komponen yang terkait langsung, yang paling banyak beraktifitas dan memiliki tanggungjawab langsung terhadap keadaan alam setempat. Andai setiap musim kemarau masih juga terjadi karhutla maka bisa dipertanyakan ada apa yang terjadi sebenarnya. Jangan-jangan mereka justru menjadi penyebab masalah alih-alih penyelesai masalah. Begitupun, saat musim hujan, banjir selalu datang dan kita selalu disibukkan dengan soal dapur darurat, tim penanggulangan, sarana prasarana dan seterusnya. Bencana seakan menjadi proyek tahunan yang harus selalu masuk dalam mata anggaran. Bukan antisipasi tapi keyakinan bahwa bencana itu pasti datang. Apabila mau menyelesaikan masalah, lihatlah pada akar persoalan. Saya bisa pastikan bahwa akar masalah kita adalah karena melupakan dasar bernegara, mengabaikan Pancasila sebagai sesuatu yang konkrit. Tidak menjadikan Pancasila sebagai sesuatu yang penting, dan melepaskan Pancasila dari kehidupan sehari-hari. Derita saat bencana terjadi, hanya ekses saja dari semua hal itu. Pancasila dan Pelestarian Alam Indonesia Bisa kita runutkan, dimana pada sila pertama berbicara tentang Ketuhanan, keyakinan pada Sang Pencipta. Ini adalah pondasi utama yang tak boleh dilupakan. Alam semesta ini adalah ciptaan Sang Khalik, semua agama mengakui itu dan manusia harus menjaga dan merawatnya. Kalau alam tidak dirawat sama saja kita tidak mempercayai kuasa Tuhan terhadap itu. Merusak milik Tuhan, sama saja dengan tidak mengakui adanya Tuhan, dan tidak mengakui Tuhan jelas bukan Pancasilais. Sila kedua, menekankan pada sisi kemanusiaan dengan tekanan keadilan dan keberadaban. Terjadinya peristiwa karhutla sudah sangat jelas meniadakan sisi kemanusiaan, apalagi adil dan beradab. Kalau ada hanya sekelompok orang saja yang punya kuasa terhadap sekian ribu hektar lahan, bisa melakukan apa saja di lahan tersebut, berkilah pula saat kebakaran terjadi, bahkan bereuforia pula sebagai kelompok yang peduli lingkungan, perusahaan dengan CSR terbaik, disitulah rasa keadilan dan kemanusiaan pada sila kedua sudah terganggu. Tindakan yang menciptakan aspek kemanusiaan terganggu adalah tindakan yang tidak Pancasilais. Begitu pula dengan tindakan yang memberikan akses terhadap munculnya sikap non pancasilais tersebut, termasuk memberi izin secara besar-besaran, apalagi berkongkalingkong dengan izin itu. Apa yang bisa dilakukan? Batasi kepemilikan lahan dan wajibkan pemilik lahan menjaganya. Sila ketiga, persatuan, yang sangat jelas terhubung dengan pertama dan kedua. Semua kita berada dalam satu hamparan wilayah yang saling berhubungan. Sakit di satu sisi akan jadi gangguan pada semua sisi. Bersatu artinya punya makna saling membutuhkan, saling merasakan, terikat dalam satu rangkaian tak terpisahkan. Kalaulah tindakan yang kita lakukan ternyata menyebabkan munculnya borok dan merusak hubungan dengan pihak lain, kita sudah menganggu persatuan itu. Satu aliran sungai yang berhulu di satu provinsi tapi berhilir ke daerah lain, maka itu harus dipandang satu hamparan, satu landscape. Tak serta merta dikatakan ini bukan urusan saya, karena itu sudah mengganggu rasa persatuan. Sila keempat, bijaksana dan musyawarah untuk mufakat, adalah point penting untuk mengatakan bahwa seluruh tumpah darah negara ini harus diperlakukan sebaik-baiknya, secara bijaksana untuk kemakmuran, dengan semangat kebersamaan. Itulah mufakat, bukan memaksakan kehendak pada satu keinginan. Tanah, bumi dan kekayaan alam didalamnya adalah milik bersama, perlakukanlah secara bijaksana. Tahu akan dimana air mengalir, dimana pohon akan tumbuh, dimana padi akan ditanam. Tidak justru melihat bahwa semua adalah untuk pabrik, rumah, industri, dan hanya untuk manusia saja. Bermufakatlah, maka kita akan bijaksana dan itu adalah jiwa yang Pancasilais. Sila kelima, keadilan sosial dan kemakmuran. Ini betul-betul dasar yang mengatakan bahwa semua rakyat Indonesia punya hak yang sama untuk kemakmuran. Kesehatan, kenyamanan, kebahagiaan, ketentraman adalah milik seluruh makhluk, apalagi manusia. Andai hutan kita babat, tanah dikeruk untuk kolam batubara, rawa dikeringkan untuk kebun kelapa sawit dan HTI, maka kebahagiaan dan ketentraman itupun terganggu. Hawa sejuk berganti dengan kering panas. Sungai menjadi kering, ikan mati, gajah masuk kebun, dan harimau memangsa manusia, itulah yang dikatakan mengganggu dan menghambat keadilan sosial. Pancasila dikunci dengan keadilan sosial ini. Oleh karena itu, momen harlah Pancasila sekarang ini, kendati tak dirayakan gegap gempita, setidaknya mari melakukan refleksi, menilai ke dalam dan berkontemplasi, sembari mengkonkritkan Pancasila di semua sisi, terutama soal bencana. Tidak terlambat, tapi sudah semestinya Pancasila itu konkrit dalam kehidupan. Tak bisa dalam skala besar, lingkup kecilpun jadilah. Tak bisa memperbaiki, tidak merusakpun, sudah sangat bagus, dan itu sudah bagian dari Pancasila. * Kol. Inf. Kunto Arief Wibowo, penulis saat ini adalah Peserta Lemhannas RI dan mantan Dansatgas Karhutla Sumsel. Artikel ini merupakan opini pribadi penulis. Artikel yang diterbitkan oleh View UPI 801 at Indonesia University of Education. MAKALAH PENYIMPANGAN PENGAMALAN PANCASILA SILA KE-4 DAN SILA KE-5 DIAJUKAN. Study Resources. Main Menu; by School; by Literature Title; by Subject; Textbook Solutions Expert Tutors Earn. SEBAGAI falsafah hidup, Pancasila seharusnya merasuk ke pikiran, rohani, sikap dan tindakan setiap orang kita sering mendengar kritik dan menemukan fakta bahwa Pancasila tinggal slogan semata. Dalam konteks Pengelolaan Sumber Daya Alam PSDA, penguasaan kelompok yang memiliki akses modal dan kuasa masih lebih banyak. Akibatnya, ketimpangan menganga dan lingkungan rentan rusak. Maka ada yang keliru dalam pemahaman kita mengenai Pancasila. Menilik keadaan itu, Pancasila tidak menyentuh hal mendasar dalam diri manusia Indonesia, yakni spiritualitas, sebagai individu maupun bangsa. Sisi hakiki inilah yang selama ini kerap luput dan tidak dihidupkan, baik dari cara kita memahami, kemudian mengejawantahkan Pancasila dalam kehidupan kita. Saya memulai tulisan ini dengan memberikan makna sederhana dari spiritualitas. Dewit-Weaver dalam McEwen, 2004 mendefinisikan spiritualitas sebagai bagian dari dalam diri individu core of individuals yang tidak terlihat unseen, invisible. Meski tidak terlihat, ia berkontribusi terhadap keunikan. Selain itu, ia juga mampu mendekatkan manusia dengan nilai-nilai transendental serta kekuatan yang Maha Tinggi high power. Nilai transeden ini akan memberikan makna, tujuan, dan keterhubungan atau koneksi antara manusia dengan Yang Ilahi tersebut. Jadi pada saat spiritualitas ini kita raih, manusia dapat terhubung dan mendekatkan diri dengan Tuhan dan menemukan makna serta tujuan hidup yang transendental dan hakiki. Manusia akan merefleksikan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana hubungan spiritualitas dengan Pancasila? Saya menemukan paparan menarik dari seorang sahabat, Dr. Yudi Latif, tentang Pancasila, dalam diskusi virtual tahun lalu, di Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, pada 31 Mei 2020. Yudi menjelaskan hakikat manusia dalam Pancasila, yang dibedahnya dalam masing-masing sila. Ia kaitkan dengan tiga dimensi atau kodrat manusia. Pertama adalah dimensi fisik-biologis tingkat otak, kedirian atau selfness. Kedua, dimensi rohani yang berkaitan dengan akal, etika, moralitas dan kebijaksanaan. Terakhir adalah dimensi sosial, berkaitan dengan relasi antar sesama manusia. Tiga dimensi inilah yang melekat pada hakikat manusia Indonesia dalam Pancasila. Pertama, sila "Ketuhanan yang Maha Esa". Hakikat manusia dalam sila pertama ini harus dilihat dari pemahaman bahwa manusia adalah mahluk yang diadakan oleh Maha Pengada yang penuh kasih. Ada dimensi rohani dan spiritual di sini. Karena diciptakan oleh Tuhan yang penuh kasih sayang, manusia hakikatnya juga merupakan mahluk yang penuh welas asih. Saat mendekatkan diri dengan Tuhan, manusia melakukannya dengan penuh kasih. Demikian pula selanjutnya, welas asih direfleksikan oleh manusia terhadap sesama. Inilah yang disebut sebagai Ketuhanan yang berdasarkan pada welas asih. Terkait sila kedua, manusia pada hakikatnya merupakan mahluk yang selalu harus ada bersama yang lain, tidak hidup sendiri. Hidup bersama mahluk lain dengan sesungguhnya hanya mungkin dilakukan jika manusia mengembangkan cinta kasih. Kita tidak mungkin bisa hidup bersama dengan dasar kebencian. Inilah yang disebut sebagai perikemanusiaan. Ketiga, manusia sebagai mahluk sosial memerlukan pergaulan dan ruang hidup. Karena perlu ruang hidup, manusia butuh mengembangkan kebangsaan atau nasionalisme. Mengingat begitu kayanya keragaman Indonesia, maka yang diperlukan di sini adalah nasionalisme yang inklusif civic nationalism, yang mampu merangkul semua. Keempat, manusia sebagai mahluk sosial pasti berpotensi mengalami konflik dengan yang lain. Jika terjadi konflik tentu saja harus diselesaikan, tidak dibiarkan. Penyelesaian konflik dilakukan dengan cara yang penuh cinta kasih, sesuai dengan kodrat manusia sebagai mahluk welas asih yang diadakan oleh Sang Maha Kasih. Selain itu, manusia sebagai mahluk sosial juga perlu mengambil keputusan bersama dalam banyak hal. Pengambilan keputusan bukan untuk menang-menangan, bukan dengan mengutamakan otot dan kekerasan. Maka sejatinya, pengambilan keputusan ini dilakukan dengan dasar cinta kasih, yakni musyawarah. Pengambilan keputusan penuh cinta kasih ini tentu saja memerlukan orang-orang arif bijaksana, yang mau mendengar perkataan dari siapa pun, yang bersifat tidak apriori, yang mampu mengambil keputusan terbaik bagi semua. Terakhir, terkait sila kelima, manusia adalah mahluk rohani yang menjasmani. Ada jiwa, ada raga. Maka ada kebutuhan jasmani yang diperlukan manusia. Untuk memenuhi keperluan jasmaniah, manusia sebagai mahluk welas asih, melakukannya dengan dasar cinta kasih. Karenanya, tidak boleh, misalnya, ada yang menguasai sumber daya alam dengan serakah yang membuat orang lain menderita, yang membuat banyak orang tidak sejahtera. Tidak boleh ada yang menguasai sendiri sumber-sumber hajat hidup orang banyak. Dalam hal ini, tepatnya, cara cinta kasih manusia untuk memenuhi kebutuhan jasmani tersebut adalah dengan menjalankan keadilan sosial, keadilan distributif atas dasar kreativitas dan keberhasilan seseorang. Keadilan ini tentunya juga tidak melupakan kebaikan dan kesejahteraan semua manusia dan mahluk lainnya di bumi ini. Dari penjelasan Yudi itu, saya melihat bahwa spiritualitas yang menjiwai setiap sila dari Pancasila akan menimbulkan implikasi yang berbeda dibandingkan dengan pemahaman semu dari Pancasila. Dalam konteks "adaptasi kebiasaan baru" masa pandemi, pemahaman mengenai Pancasila secara spiritualitas sangat perlu dibangkitkan dan dikuatkan kembali, untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika tidak, kita akan masuk dalam adaptasi baru yang semu belaka, di mana praktik yang tidak tepat bisa terus lingkup "adaptasi semu" itu, kita bisa jadi hanya akan peduli dengan diri sendiri sebagai efek dari pembatasan interaksi sosial, dan menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan kita. Bagi mereka yang berkecukupan hanya peduli dengan kebutuhan diri dan keluarganya dan melupakan kelompok yang paling terdampak. Bisnis baru terkait barang-barang kebutuhan dalam era "adaptasi kebiasaan baru" malah akan membuat yang kaya menjadi kaya dan yang miskin semakin termarjinalkan. Harga Alat Pelindung Diri APD, desinfektan, vitamin dan suplemen misalnya pernah sangat membumbung tinggi. Harga berbagai barang kebutuhan dasar dipatok melambung oleh pasar sehingga konsumen dari ekonomi lemah tidak mampu menjangkaunya. Pancasila yang dimaknai secara spiritualitas akan membuat era "adaptasi kebiasaan baru" sebagai era yang benar-benar baru. Dekonstruksi pemahaman yang tepat akan terwujud dalam sikap dan tindakan yang tepat termasuk juga kebijakan penyelenggara negara. Pemaknaan Ketuhanan tidak hanya berhenti pada masalah ibadah ritual, tapi juga terkait dengan hubungan dengan sesama manusia. Ini juga menempatkan adanya penghargaan yang tulus terhadap keyakinan yang berbeda dan merefleksikannya dalam segala tindakan berbasis welas asih terhadap sesama. Tindakan welas asih ini diterapkan melalui laku-tindak dalam berbagai sendi kehidupan oleh pihak mana pun di masa adaptasi ini. Penerapan sila kedua, misalnya, akan mengubah cara menetapkan dan membagi dukungan bagi mereka yang paling terdampak pandemi oleh penyelenggara negara. Dukungan tersebut tidak kemudian menjadikan mereka tergantung tapi memuliakan martabat mereka sebagai manusia. Bisa jadi bentuk penerapannya adalah pemberian bibit organik kepada masyarakat terdampak disertai panduan tanam untuk menjamin keamanan dan kemandirian pangan mereka, sebagai pelengkap pemberian kebutuhan pokok. Bisa pula dalam bentuk dukungan terhadap berbagai hal terkait lainnya ternasuk proses distribusi yang adil dan cepat ke konsumen. Dalam konteks sila ketiga, bantuan ini sejatinya tersedia bagi siapa pun yang membutuhkan tanpa membedakan agama, ras dan etnis, ataupun golongan tertentu termasuk mereka yang memiliki afiliasi politik yang berbeda dengan rezim. Dalam konteks sila keempat, adaptasi baru yang sesungguhnya, akan termanifestasi dalam berbagai pengambilan keputusan di era adaptasi ini. Jangan dilupakan bahwa mereka yang mendapat mandat mengambil keputusan dengan cara musyawarah tadi adalah para "wakil". Sejatinya para wakil ini dengan arif bijaksana, menghasilkan keputusan untuk kepentingan terbaik bagi semua yang diwakilinya, dengan tidak melupakan juga asas keadilan dan kemanusiaan bagi semua. Misalnya manakah kebijakan yang sekarang harus lebih menjadi prioritas dan adil bagi semua dalam konteks kehidupan adaptasi baru ini? Mendorong pertumbuhan mal dan retail besar atau pasar rakyat yang menampung pedagang-pedagang kecil yang mengambil produk dari para petani? Manakah keputusan yang lebih bijak dan berkeadilan, membuka keran impor pangan atau mendorong upaya-upaya kemandirian pangan berbasis komunitas yang tentunya akan menjamin ketahanan pangan lokal dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis di masa pandemi ini? Terakhir, prinsip keadilan dalam "the true new adaptation" adalah keadilan yang seadil-adilnya. Prinsip ini menantang kita untuk berani mengoreksi keadilan semu dalam mengelola negara, misalnya, yang bisa jadi selama ini hanya menguntungkan sekelompok elite. Ini bisa terjadi baik dalam lingkup kebijakan maupun praksis. Penggunaan dan pengelolaan tanah untuk penghidupan misalnya akan lebih terdistribusi dengan adil, utamanya bagi para petani kecil yang memproduksi pangan sehat dengan berbagai variannya untuk Indonesia. Sebagai penutup, merekatkan kembali spiritualitas dalam memahami Pancasila adalah kebutuhan sadar dan mendesak yang perlu segera dan terus menerus dilakukan sehingga era Adaptasi Kebiasaan Baru yang sudah kita jalani betul-betul merupakan ajang perubahan hakiki bagi kita semua. BERSAMA MELESTARIKAN BUMI Ketika informasi makin marak, peristiwa-peristiwa tak lagi berjarak, jurnalisme kian penting untuk memberikan perspektif dan mendudukkan soal-soal. Forest Digest memproduksi berita dan analisis untuk memberikan perspektif di balik berita-berita tentang hutan dan lingkungan secara umum. Redaksi bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang bekerja di banyak profesi. Dengan visi "untuk bumi yang lestari" kami ingin mendorong pengelolaan hutan dan lingkungan yang adil dan berkelanjutan. Dukung kami mewujudkan visi dan misi itu dengan berdonasi atau berlangganan melalui deposit Rp Swary Utami Dewi Board Kawal Borneo Community Foundation dan anggota The Climate Reality Leaders of Indonesia. Topik 2020 Peduli Pendidikan Anak Bangsa. All Rights Reserved. ILMCI Corporation Pengamalan Sila Ke 5 - Pengertian, Nilai, Pengamalan dan Contoh Pengamalan Sila Ke 5 - Pengertian, Nilai, Pengamalan dan Contoh Pengamalan Sila Ke 5 - Pengertian, Nilai, Pengamalan dan Contoh Sila ke-5 Pancasila & Contoh Pengamalan dalam Kehidupan Sehari-hari Contoh Pengamalan Sila ke-5 Pancasila di Kehidupan Sehari-hari, Beserta Nilai-nilai Pancasila - Mobile Bunyi Sila ke-5 yang Dilambangkan Padi Kapas, Ini Contoh Penerapan Nilainya di Kehidupan Sehari-hari - Contoh Pengamalan Sila Ke-5 Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Contoh Pengamalan Sila ke-5 Pancasila di Lingkungan Masyarakat Refleksi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pelestarian Alam Indonesia - PKN dan IPS Kelas V SD Nasima Pages 51 - 100 - Flip PDF Download FlipHTML5 Penerapan Sila Ketiga, Keempat, dan Kelima Pancasila di Masyarakat – Osnipa Contoh Pengamalan Sila ke-5 Pancasila di Kehidupan Sehari-hari, Beserta Nilai-nilai Pancasila - Mobile 30 Contoh Pengamalan Sila Ke-5 Sila Kelima Pancasila Jadi Paham Kisi Cpns Terekam PDF Untitled IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM SUMBER DAYA ALAM by Yany Hnd Untitled Makna dan Isi Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila ke-3 BLOG Pribadi Irna Makna Nilai-Nilai setiap Sila Pancasila dalam Kehidupan sehari- hari dan Lunturnya Makna Pancasila dan Kebhinekaan di Masa kini Nilai Pancasila dan Pengamalan Sila ke 1 2 3 4 5 dan Contoh √ 32 Contoh Sikap Sila Ke-5 Pancasila dalam Kehidupan Contoh Penerapan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila - PDF Download Gratis 15 Contoh Sikap Nilai Pancasila Sila ke-2 dan Penjelasannya - Habibullah Al Faruq Penerapan Sila Ke-3 Dalam Kehidupan Gotong Royong dan Kekeluargaan di Desa Lebeng Timur, Pasongsongan, Sumenep Halaman all - Tuliskan Masing-Masing 3 Contoh Pengamalan Sila Kedua dan Ketiga Pancasila yang Telah Kamu Lakukan di Lingkungan Masyarakat! – Osnipa Soal UAS PAS Tema 5 PPKN Kelas 4 Semester 1-1 PDF Untitled Pembelajaran 6 Tema 5 Subtema 1 Indonesiaku Bangsa Yang Kaya Latihan tema 4 Social Studies Quiz - Quizizz PKN dan IPS Kelas V SD Nasima Pages 51 - 100 - Flip PDF Download FlipHTML5 Direktorat Jenderal EBTKE - Kementerian ESDM tuliskan 3 contoh sikap pengamalan sila 3 dalam memanfaatkan kekayaan alam indonesia tolong ya no - Menyemai Indahnya Nilai Gotong Royong Pancasila Dalam Membantu Korban Banjir Halaman 1 - Melihat Pengamalan Nilai Pancasila Di Keseharian Nelayan Pulau Santen, Banyuwangi Catatan Nobi Untitled INSTRUMEN POST TEST PPKn PERTEMUAN 3 Education - Quizizz Tolong berikan contoh 5 pengamalan pancasila sila ke 5 pada kehidupan sehari hari - 10+ Contoh Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari Kegiatan pada gambar tersebut merupakan wujud pengamalan Pancasiladi lingkungan​ - PPT Nilai nilai Pengamalan Sila ke 5 Pancasila Eka Lanang - perbedaan pengamalan sila ke 2 dan 5 - Kerja Keras dan Gotong Royong Melaksanakan Pancasila Penerapan Nilai-Nilai Pancasila – Osnipa Contoh Pengamalan Sila ke-5 Pancasila di Kehidupan Sehari-hari, Beserta Nilai-nilai Pancasila - Mobile Roaini, Materi Ajar Jum’at 6 November 2020 Contoh-contoh Penerapan Sila Kedua Pancasila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Kehidupan Sehari-hari Tematik Tema 4 Sub 3 PDF tujuan kegiatan tersebut? kegiatan pada gambar sudah sesuai dengan pengamalan sila ke - Contoh Pengamalan Nilai-nilai Pancasila Sila ke-5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia - Mobile Sebutkan Pengamalan Sila ke 5 dalam Eksploitasi SDM… - Pancasila CPNS Other Quiz - Quizizz Bunyi Sila ke-5 yang Dilambangkan Padi Kapas, Ini Contoh Penerapan Nilainya di Kehidupan Sehari-hari - Melihat Pengamalan Nilai Pancasila Di Keseharian Nelayan Pulau Santen, Banyuwangi Catatan Nobi Menyajikan hasil analisis sikap baik yang dapat dicontoh dari orang di sekitar terkait penerapan Pancasila sila 1 dan 2. Makalah Sila Ke5 PDF sebutkan 3 contoh pengamalan sila ke-5 di masyarakat jawab yang bener ya - Bunyi Sila ke-5 yang Dilambangkan Padi Kapas, Ini Contoh Penerapan Nilainya di Kehidupan Sehari-hari - TRY OUT PPKn Other Quiz - Quizizz no 1 & 2 tolong ya pengamalan Pancasila dalam kegiatan sehari2 tersebut! 3 - Bahan Ajar Kelas 4-Flip eBook Pages 1 - 27 AnyFlip AnyFlip Menyajikan hasil analisis sikap baik yang dapat dicontoh dari orang di sekitar terkait penerapan Pancasila sila 1 dan 2. Butir-Butir Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan - Insan Pelajar Selsi – Hello Welcome to My Blog contoh penerapan nilai nilai pancasila sila ke 5 dalam pelestarian hewan dan tumbuhan - Tugas Sila Kelima PDF Sistem Ekonomi Pancasila Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh MAKALAH PANCASILA Sila 1 F - emilianshah Just another site .Web viewNilai ini mengutamakan kepentingan negara dan bangsa - [DOC Document] Pancasila, Jawaban Tantangan Globalisasi - Citizen6 Penyedia Template LaTeX Testimoni setelah mengerjakan soal CAT CPNS 2018 part 1 Bab iv pancasila menjadi idiologi negara Pengamalan Pancasila Sila Ke 5 Dalam Eksploitasi Sumber Daya Alam apakah budaya tegur sapa mengamalkan sila ke tiga pancasila? jelaskan!besok dikumpulin - Menurut Pendapatmu, Kejadian di Dalam Keluarga Itu Menerapkan Sila ke Berapa Pancasila? Butir-Butir Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan - Insan Pelajar Soal Soal TES PPPK GURU Dan Pembahasannya TWK PDF MAKALAH PANCASILA Sila 1 Pengamalan Pancasila Sila Ke 5 Dalam Eksploitasi Sumber Daya Alam Kumpulan FR SKD Tes CPNS PPPK 2021 - ARTWINO PH PPKN PANCASILA Social Studies - Quizizz Pengamalan Nilai Pancasila Sila ke 3 “Persatuan Indonesia” dengan Bergotong-royong Antar Sesama Warga Indonesia Tuliskan contoh pengamalan Pancasila sila ke-5 yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi ​ - FR CPNS PDF harian Tema 2 Persatuan Keluarga Cemara Drama yang Paling Menggugah adalah Kemiskinan Refleksi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pelestarian Alam Indonesia - TINDAKAN PERSEKUSI BERTENTANGAN DENGAN PANCASILA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Pengertian Sistem Ekonomi Pancasila dan Penerapannya - Accurate Online ii DAFTAR ISI Hal Kata Pengantar …………………………………………….. i DAFTAR ISI ……………………… Untitled Direktorat Penegakan Hukum Pidana… - Ditjen Gakkum KLHK Facebook Ini Testimoni Peserta yang Sudah Ikuti SKD CPNS 2019, TKP Cenderung Aneh - Halaman all - Pelestarian dan Konservasi Sumber Daya Alam atau Preservation and Conservation of Natural Resources DR. Arif Zulkifli Nasution Pengamalan Pancasila Sila Ke 5 Dalam Eksploitasi Sumber Daya Alam 185 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI UPAYA PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA Studi Kasus di Kampung Pancasila Desa Tanjung Butir-Butir Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan - Insan Pelajar Sebutkan Pengamalan Sila ke 5 dalam Eksploitasi SDM… - MAKALAH PANCASILA Sila 1 utira ibek Universitas Timbul Nusantara
Nilainilai yang terkandung dalam Pancasila dari Sila ke I sampai Sila Sila ke V yang harus diaplikasikan atau dijabarkan dalam setiap kegiatan pengelolaan lingkungan hidup adalah sebagai berikut ( Soejadi, 1999 : 88-90) : Dalam Sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai religius, antara lain : 1. kepercayaan terhadap adanya Tuhan Yang
Pengamalan Sila Ke 5 dalam Eksploitasi Sumber Daya Alam 2022-07-07 By Rahmi On Juli 7, 2022 In Traveling Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Mulai dari hasil tambang hingga kekayaan alam bawah laut, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Namun, eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan sosial. Oleh karena itu, penting untuk mengamalkan Sila Ke 5Continue Reading
Twkpenerapan sila 2 undang-undang tidak keluar kebanyakan pelanggaran terus ada peran Muhammad Hatta tujuan dibentuk ASEAN , #7 Pelopor Pancasila yang tidak termasuk dalam anggota sembilan hasil sidang BPUPKI pertama, pembukaan undang-undang 1945, penusukan Wiranto pelanggaran sila ke, krisis moneter masa penjajahan Belanda
Sila ke-lima Pancasila yang berbunyi “Keadilan Sosal bagi Seluruh Rakyat Indonesia” pada dasarnya dapat kita sebut sebagai doktrin Indonesia tentang makna demokrasi ekonomi, yang berarti bahwa suatu keharusan untuk mewujudkan keadilan sosia bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial yang dimaksud adalah keadilan ekonomi meliputi pembagian sumber daya yang didasarkan pada ilai-nilai atau aturan hukum yang berlaku. Apabila setiap individu diberi kebebasan yang sebebas-bebasnya maka sumber daya hanya akan dinikmati oleh orang-orang yang kuat dan memiliki kekuasaan. Oleh karena itu dengan adanya nilai-nilai sila ke-5 Pancasila dan norma hukum yang berlaku, akan membantu mewujudkan keadilan sosial yang merata. Nilai-nilai Pancasila sila ke-5 harus diwujudkan dalam implementasi sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Adapun pengimplentasian sikap-sikap Pancasila sila ke-5 harus dilakukan oleh setiap elemen yang ada di negara ini, termasuk pemerintah dan masyarakat serta melalui pengajaran di sekolah kepada generai anak-anak di Indonesia. Contoh Sila 5 Pancasila Berikut ini dalam serangkaian daftar contoh-contoh sikap pengamalan dalam Pancasila yang mudah ditemukan untuk kehidupan sehari-hari, antara lain; Pemerintah Adapun dalam sistem pemerintahan untuk contoh pengamalannya adalah sebagai berikut; Membuat peraturan mengenai sumber daya yang ada di Indonesia Pemerintah sudah membuat peraturan baik melalui Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, kemudian undang-undang yang khusus mengatur tentang sumber daya air, minyak bumi, batu bara, tentang tanah atau agraria, dan lain sebaganya. Hal ini dilakukan dasar yang berguna sebagai aturan hukum yang sah mengenai pengambilan sumber daya yang ada di Indonesia dan menjamin hak-hak rakyat agar dapat memanfaatkan sumber daya dengan baik, serta untuk memberi sanksi kepada orang-orang yang akan mengeksploitasi sumber daya. Pemerintah memberi bantuan untuk rakyat yang kurang mampu Bantuan yang diberikan kepada rakyat yang kurang mampu ada dalam berbagai bentuk seperti contohnya PKH Program Keluarga Harapan yang memberikan jaminan uang bagi yang membutuhkan sesuai tingkat kebutuhannya biasanya dilihat dari tingkat sekolah anak, ibu hamil, balita dan lansia. Bantuan Program Keluarga Harapan PKH sebenarnya masih terdapat masalah seperti kurang tepat sasaran, namun perlahan pemerintah membenahiny dengan ketentuan peraturan yang semakin diperketat. Selanjutnya juga terdapat bantuan dari pemerintah dalam bentuk lain yaitu BPNT Bantuan Pangan Non Tunai, masyarakat yang dianggap kurang mampu akan diberikan bantuan seperti beras, telur dan minyak dalam waktu satu bulan sekali. Sebanarnya banyak bantuan dari pemerintah, namun bentuk bantuan tersebut terkadang membuat sebagian masyarakat bergantung pada bantuan. Alangkah baiknya jika pemberian bantuan uang tersebut dibarengi dengan bantuan pelatihan kerja atau pra kerja dan wirausaha. Sehingga masyarakat memiliki kemampuan dan keahlian untuk mencukupi kebuuhan hidupnya. Pemerintah memberi sanksi terhadap pelanggaran eksploitasi alam Dengan adanya peraturan yang mengatur tentang pemanfaatan sumber daya dan potensi y ang ada di Indonesia, hal tersebut akan mempersempit orang-orang atau perusahaan yang akan mengeksploitasi sumber daya yang ada di Indonesia. Namun belakangan ini pemerintah kebobolan dengan adanya kebakaran hutan di Kepulauan Riau. Aturan-aturan saja sebenarnya tidak cukup jika tanpa pelaksanaan yang benar. Pemerintah haus lebih tegas lagi untuk memberikan sanksi bagi para pelaku eksploitasi sumber daya yang ada di Indonesia. Tidak menggunakan mobil dinas atau kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi Seperti yang kita lihat saat ini, pemerintah baik di tingkat desa sampai tingkat pusat diberi kendaraan dinas berupa sepeda motor maupun mobil. Kendaraan dinas seharusnya dipergunakan untuk kepentingan pekerjaan pemerintahan bukan untuk kepentingan pribadi. Tidak Korupsi Kalimat yang mudah dijanjikan oleh pemerintah namun sulit untuk dilaksanakan. Pasalnya ketika sudah mendapatkan jabatan, wakil rakyat lupa dengan janji-janjinya. Arti korupsi merupakan tindakan yang tak hanya melanggar hukum melainkan juga melanggar nilai-nilai Pancasila. Mengadakan pelatihan-pelatihan untuk masyarakat yang dirasa mempunyai usia siap kerja Pelatihan-pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan yang mampu melatih mereka agar mandiri dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya dan tidak mengandalkan pinjaman atau bantuan dari pemerintah. Meratakan program pendidikan di seluru pelosok negeri Dengan adanya pendidikan yang rata maka para generasi akan dilatih kemampuan berpikirnya untuk merencanakan masa depannya. Sehingga mereka memiliki gambaran cita-cita dan tujuan hidup untuk mandiri dan tau apa yang harus dilakukan. Menyisipkan pelatihan kerja dan pelatihan mental di sekolah-sekolah Mengapa hal ini harus dilakukan ? Pelatihan kerja dan mental saat ini sangat perlu untuk dilakukan, dikarenakan zaman semakin maju dan kehidupan semakin keras. Jika anak-anak tidak dilatih dari sekarang maka dikhawatirkan mereka akan susah dalam mencai pekerjaan dan susah untuk mandiri. Masyarakat Sedangkan untuk beragam bentuk pengamalan Pancasila dalam contoh di lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga, atau di lingkungan sekolah. Antara lain; Bersikap adil terhadap semua orang Tidak peduli dengan status, jumlah kekayaan dan jabatan kita harus tetap bersikap adil terhadap semua orang. Memperlakukan orang lain sama dengan orang pada umumnya terlepas ada perbedaan suku, agama, ras dan golongan dan yang paling penting pada sila ke lima adalah tidak memandang orang dari kekayaan, status dan jabatan. Menghormati hak orang lain didasari atas keadilan Apabila hak-hak kita ingin dihormati oleh orang lain, kita juga harus menghormati hak orang lain. Apabila kita ingin diperlakukan adil, maka kita juga harus memperlakukan orang lain dengan adil. Masing-masing orang punya makna hak dan arti kewajiban yang harus dihormati dan dilaksanakan, dengan begitu keadilan akan bisa diwujudkan. Memiliki prinsip suka bekerja keras Sebenarnya arti dari keadilan pada sila ke lima lebih merujuk kepada keadilan secara ekonomi. Oleh karena itu, untuk mewujudkannya kita tidak boleh hanya bersikap pangku tangan atau mengandalkan orang ain untuk mewujudkan keadilan dalam bidang ekonomi, melainkan kia harus giat dalam bekerja atau membuka lapangan pekerjaan baru agar keadilan ekonomi dapat diwujudkan. Berhemat atau tidak berperilaku boros Boros merupakan perilaku yang menyimpang dari Pancasila. Mengapa ? Hal tersebut jelas bertentangan dengan sila ke 5. Jika kita berperilaku boros, menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan maka keadilan ekonomi tidak akan terwujud, karena di luar sana masih banyak yang susuah untuk makan, susah mencari uang sedangkan kita membuang uang dengan percuma untuk hal-hal yang tidak berguna. Bersikap hedon atau bergaya hidup mewah Sikap hedon juga bukan budaya di negara kita. Kita harus menggunakan uang sebaik dan sebijak mungkin. Adil bukan tentang seberapa banyak dan sering kita memberi, melainkan ketika kita mampu berempati terhadap apa yang menimpa kehidupan orang lain. Masih banyak yang harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi, sedangkan kita dengan enaknya bergaya hidup mewah. Meskipun kita mampu, alangkah baiknya jika uang yang kita punya digunakan dengan bijak. Mentaati peraturan yang berkaitan dengan kepentingan umum Peraturan yang berkaitan dengan kepentingan umum dibuat untuk kesejahteraan bersama, jika dilanggar maka apa yang menjadi tujuan dari peraturan tersebut tidak akan teraksana. Menggunakan fasilitas umum dengan bijak Kita tidak boleh seenaknya sendiri terhadap fasilitas umum yang telah diberikan. Kita juga harus menghormati hak orang lain untuk menggunakan fasilitas umum tersebut. Menjaga fasilitas umum agar tidak rusak Fasilitas umum diberikan untuk kepentingan bersama dan untuk dimanfaatkan bersama bagi orang yang membutuhkan. Jika dirusak sama saja kita tidak bersikap adil terhadap orang lain. Melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama Kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama seperti contohnya melakukan aktifitas sosial membantu fakir miskin, membantu korban bencana alam dan lain-lain yang dapat bermanfaat untuk banyak orang. Membantu ekonomi masyarakat dengan memberikan pelatihan usaha Tidak ada salahnya ketika kita bisa melakukan sesuatu, kita juga mengajarkannya kepada orang lain. Seperti misalnya membuat kerajinan untuk dijual, mengajari orang untuk menggunakan komputer dan lain-lain. Memberdayakan dan mengembangkan potensi wisata desa Pembangunan ekonomi yang merata sebenarnya dilakukan dari tingkat desa. Masing-masing desa memiliki potensi tersendiri, mulai dari sumber daya alamnya, wisatanya, UMKM dan lain sebagainya. Hal tersebut apabila dikembangkan dan dikelola dengan baik dan konsisten dapat membantu meratakan pembangunan ekonoi di Indonesia. Tidak bersikap pilih kasih dalam pergaulan di masyarakat Dalam bergaul kita tidak boleh memandang dari segi materi, jabatan maupun status. Seharusnya yang kita nilai adalah kebaikannya. Menolong orang lain untuk mandiri Bisa kita lakukan dengan cara mengajari orang tersebut cara berdagang, cara jualan online atau masih banyak hal lain lagi. Berpartisipasi untuk membangun desa Dengan kita berpartisipasi pembangunan akan cepat tercapai dan terlaksana sehingga pemerataan pembangunan di negara ini dapat terlaksana. Memiliki gaya hidup sederhana Kita tidak perlu mengikuti gaya hidup yang bermewah-mewahan. Hal tersebut tidak sesuai dengan nilai dan budaya di Indonesia. Sekolah Sedangkan untuk contoh pengamalan sila ke lima dalam Pancasila, antara lain adalah sebagai berikut; Suka berbagi dengan teman Menolong teman yang kesusahan Tidak berbuat curang dalam melakukan apapun Tidak boros dalam jajan Tidak mengambil yang bukan haknya. Jujur dalam membeli sesuatu, membayar sesuai dengan jumlah barang yang dibeli, Mau berteman dengan siapapun tanpa memandang miskin atau kaya. Membawa uang saku seperlunya Tertib dalam membayar biaya administrasi sekolah Seperti itulah rangkaian terkait dengan beragam contoh sikap yang sesuai dengan pancasila sila ke lima di masyarakat untuk kehidupan sehari-hari. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan dan bermanfaat bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih, Saya adalah lulusan Universitas Lampung Tahun 2022 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang bercita-cita ingin menjadi dosen IlmuPengetahuan Alam 3.8 Memahami pentingnya upaya keseimbangan dan pelestarian sumber daya alam di lingkungannya 4.8 Melakukan kegiatan upaya pelestarian sumber daya alam bersama orang- orang di lingkungannya • Keseimbangan dan Pelestarian Sumber Daya Alam • Pengertian sumber daya alam. • Macam-macam sumber daya alam. • Upaya

Pengertian Sila Ke 5 Sila ke 5 dalam Pancasila menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang adil dan makmur, yang berdaulat atas segenap bangsa dan tanah air Indonesia. Sila ini mengandung makna bahwa sumber daya alam di Indonesia harus dimanfaatkan dengan cara yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia, serta harus menjaga kelestarian sumber daya alam tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang. Eksploitasi Sumber Daya Alam di Indonesia Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, emas, timah, dan masih banyak lagi. Namun sayangnya, eksploitasi sumber daya alam di Indonesia seringkali tidak dilakukan dengan cara yang adil dan berkelanjutan. Banyak perusahaan yang hanya memikirkan keuntungan semata tanpa memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Pengamalan sila ke 5 dalam eksploitasi sumber daya alam dapat dilakukan dengan cara 1. Pemerintah Menjaga Kepentingan Rakyat dan Lingkungan Pemerintah harus selalu menjaga kepentingan rakyat dan lingkungan dalam segala keputusan yang berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam. Pemerintah harus memastikan bahwa penambangan dan pengolahan sumber daya alam dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan dan tidak merugikan masyarakat sekitar. 2. Perusahaan Menjaga Keseimbangan Antar Aspek Perusahaan harus menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam melakukan eksploitasi sumber daya alam. Perusahaan harus memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat sekitar dan tidak merusak lingkungan sekitar. 3. Masyarakat Terlibat dalam Pengambilan Keputusan Masyarakat harus terlibat dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam. Pemerintah dan perusahaan harus mendengarkan aspirasi dan masukan dari masyarakat sekitar sebelum melakukan eksploitasi sumber daya alam. 4. Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara berkelanjutan agar sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang. Pemerintah dan perusahaan harus memastikan bahwa eksploitasi sumber daya alam tidak merusak lingkungan dan memperhatikan kelestarian sumber daya alam tersebut. 5. Pengawasan yang Ketat dari Pemerintah Pemerintah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan. Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa eksploitasi sumber daya alam dilakukan dengan cara yang adil, berkelanjutan, dan tidak merusak lingkungan atau merugikan masyarakat sekitar. Kesimpulan Pengamalan sila ke 5 dalam eksploitasi sumber daya alam sangat penting untuk menjaga keadilan dan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan bahwa eksploitasi sumber daya alam dilakukan dengan cara yang adil, berkelanjutan, dan menjaga kelestarian sumber daya alam tersebut.

Pengaturanstandardisasi secara nasional ini diperlukan dalam rangka peningkatan keberterimaan produk nasional, dorongan produktivitans dan daya guna produksi serta menjamin mutu produk dan/atau jasa, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk dan/atau jasa dipasar global. Dari Eksploitasi ke Perkayaan Sumber Daya Alam . Jumat, 08
Menerapkan contoh dan pengamalan sikap sila ke 5 Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan sekolah adalah hal yang wajib kamu ketahui. Sebab Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang dapat dijadikan sebagai pedoman oleh masyarakat untuk bersikap. Jika kita mewujudkan pengamalan seluruh sila dalam Pancasila secara baik dan benar. Maka cita-cita bapak Bangsa Indonesia yang ingin Tanah Air menjadi makmur dan sejahtera dapat terwujud. Namun, sayangnya pada hari ini belum semua warga negara Indonesia yang menerapkannya secara disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu sila yang mempunyai makna terpenting adalah sila kelima yang berbunyi “Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Untuk lambangnya sendiri adalah padi dan kapas. Kira-kira sikap seperti apa yang menggambarkan sila tersebut, ya? Yuk, langsung saja kita simak 35 pengamalan sikap sila ke 5 Pancasila di kehidupan sehari-hari dan sekolah berikut ini. Sumber 1 Tidak membeda-bedakan orang berdasarkan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan. 2 Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. 3 Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain di tempat umum. 4 Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 5 Hukum tidak memandang kasta dan status seseorang. 6 Membela orang yang tertindas. 7 Suka menolong orang lain. 8 Menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong royong. 9 Mengadakan kegiatan keamanan di lingkungan perumahan atau tempat tinggal. 10 Selalu menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. 11 Tidak menyalahgunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi. 12 Bersama-sama berusaha mewujudkan yang merata dan berkeadilan sosial. 13 Tidak menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu orang lain. 14 Bersikap adil terhadap semua teman di tempat bermain. 15 Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. 16 Menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi semua orang. 17 Membantu teman yang sedang kesusahan. 18 Memberikan bantuan sosial bagi orang yang sedang terkena musibah. 19 Menghargai kegiatan ibadah untuk semua kepercayaan di Indonesia 20 Melaksanakan kewajiban kita sebagai pelajar. 21 Tidak sombong dan tinggi hati. 22 Menghindari sikap iri terhadap orang lain. 23 Tidak merendahkan orang lain 24 Memberi dukungan kepada orang lain tanpa memandang status. 25 Memberikan sedekah kepada orang yang kurang mampu. 26 Menghindarkan gaya hidup mewah dan hedonisme. 27 Berani memperjuangkan keadilan untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain. 28 Pantang menyerah mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. 29 Tidak melakukan hal yang melawan hukum. 30 Menghindarkan hal vandalisme yang merugikan kepentingan umum. 31 Mendirikan koperasi. 32 Jangan menggunakan hak pribadi kamu untuk memaksa atau menindas orang lain. 33 Tidak melakukan tindakan curang kepada teman atau guru di sekolah. 34 Tidak membully teman di sekolah, seperti adik kelas atau teman yang memiliki keterbatasan atau status yang berbeda 35 Menghargai dan menghormati pendapat orang lain. Nah, itulah 35 pengamalan sikap sila ke 5 Pancasila di kehidupan sehari-hari dan sekolah yang patut kamu ketahui. Semoga artikel di atas bisa memberikan informasi dan bermanfaat buat kamu, ya! Jika kamu sedang mencari rumah, apartemen, tanah atau yang lainnya di marketplace properti tepercaya dan aman, bisa mengunjungi laman untuk mendapatkan penawaran terbaik seperti di Lexington Residence Jakarta Selatan. Buka lembaran baru, wujudkan impianmu dan kami selalu AdaBuatKamu. Jangan sampai ketinggalan untuk mendapatkan berita dan tips terbaru mengenai dunia properti dalam negeri serta mancanegara di artikel
PengamalanPancasila Sila Ke 5 Dalam Eksploitasi Sumber Daya Alam 185 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI UPAYA PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA (Studi Kasus di Kampung Pancasila Desa Tanjung Butir-Butir Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan - Insan Pelajar Sebutkan Pengamalan Sila ke 5 dalam Eksploitasi SDM - Brainly.co.id
Apa saja penerapan perilaku dari sila kelima pancasila? Sebagai salah satu ideologi terbaik didunia, yang dimiliki oleh Indonesia, kita wajib untuk mengaplikasikan setiap nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila. Apa yang dicita-citakan oleh the founding father bangsa ini, harusnya juga menjadi impian kita. Kelima nilai dalam sila Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja maupun lingkungan masyarakat. Sila terakhir dalam pancasila ini berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Bunyi dari keadilan sosial sebenarnya ditujukan untuk seluruh warga negara dalam berbagai aspek kehidupan yang menyangkut bidang material dan spiritual. Sila ke-5 memiliki simbol padi dan kapas yang yang melambangkan pangan sandang yang menjadi kebutuhan pokok rakyat Indonesia tanpa melihat status dan jabatannya. Adil secara sosial berarti memberikan perlakuan yang sama kepada semua warga negara dibidang hukum, sosial, politik, kebudayaan, ekonomi, agama dan berbagai aspek lain sesuai dengan mandat Undang-Undang Dasar 1945. Sebagai salah satu perwujudan dari cita-cita bangsa Indonesia yaitu untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, sudah seharusnya sobat kosngośan menjadikan sila ke-5 dari Pancasila ini sebagai landasan hidup dan berkehidupan. Lalu apa saja sikap yang mewujudkan nilai kelima dari sila Pancasila ini? berikut ini mimin kosngosan sudah merangkumnya untuk kalian dan menjelaskannya ke dalam beberapa poin, seperti berikut Baca juga Contoh Pengamalan Nilai Pancasila Sila ke 1Contoh Sikap Sila Kelima Berlaku adil di berbagai hal Dalam kehidupan bermasyarakat kita harus berlaku adil untuk semua orang, baik itu kepada karyawan, siswa, anak anak dirumah, bermasyarakat, dan sebagainya. prinsip keadilan adalah kesamaan rataan, dan proporsionalitas sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Keadilan akan menciptakan keharmonisan dan kekompakan dalam kehidupan bermasyarakatMemilih Secara Objektif Dalam proses pemilihan yang jujur dan adil, sobat kosngosan harus memilih berdasarkan kemampuan, pengalaman dan integritas yang bersangkutan. Misalnya ketika memilih karyawan atau memilih pemimpin. Penilaian atas dasar seperti kesukaan, kesamaan atau berbagai hal yang bersifat subjektif lainnya, tentunya tidak akan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sila kelima Pancasila di mana setiap rakyat harus mendapatkan keadilan sosialMenghormati Minoritas Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, ras dan kebudayaan yang berbeda. Masing masing ada yang menjadi mayoritas atau memiliki jumlah yang lebih banyak dibanding dengan kaum minoritas dengan jumlah yang lebih sedikit. Yang namanya keadilan sosial berarti juga harus menghormati hak minoritas, dan tidak boleh berlaku semena-mena terhadap keadilan sosial bagi sesama Keadilan sosial di sini maksudnya adalah seluruh ruh warga negara Indonesia harus mendapatkan perlakuan yang adil sehingga tidak ada lagi perbedaan perlakuan pada seluruh rakyat Indonesia di tengah perbedaan yang ada. Keadilan di berbagai bidang seperti keadilan berpolitik, hukum, agama dan sebagainya harus dijunjung tinggi apabila ingin mengamalkan sila ke-5 iniMenyeimbangkan hak dan kewajiban Setiap orang pastinya memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Sobat kośngosan berhak untuk menuntut apa yang seharusnya kamu dapatkan ketika sudah melakukan kewajiban yang ada. Oleh karena itu hak dan kewajiban selalu berbarengan dan saling menyimbangkan satu sama lain. Kamu tidak bisa menuntut hak mu sebelum melakukan hak milik orang lain Kebebasan bukan berarti tidak menghormati hak milik orang lain. Kamu jelas tidak bisa menyetel lagu keras-keras pada saat malam hari ketika orang tidur, atau memarkirkan mobil mu di pinggir jalan raya. Segala sesuatu yang yang merampas hak milik orang lain tidak akan mencerminkan nilai sila ke-5 dari PancasilaMewujudkan cita cita yang adil, makmur dan merata Semua warga negara memiliki cita-cita untuk kehidupan yang lebih sejahtera, makmur dan memiliki keadilan dalam hidupnya. Negara juga memiliki cita-cita untuk mewujudkan hal tersebut. Ekonomi yang merata, tidak terciptanya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin juga menjadi tugas dan melaksanakan pembangunan Sebagai warga negara, sobat kosngosan harus mendukung pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di berbagai sektor, seperti setor infrastruktur, pendidikan, hukum, ekonomi, agama, budaya dan sebagainya. Dengan adanya pembangunan maka negara dianggap sedang bekerja untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang lebih baikMengelola sumber daya alam SDA untuk kesejahteraan rakyat Meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam SDA dan lingkungan hidup dengan cara melakukan konservasi, rehabilitasi atau penghematan pengunaan didalam menerapkan teknologi yang ramah lingkunganMendelegasikan wewenang pemerintah pusat kepada daerah Dalam pelaksanaan pengelolaan SDA secara selektif dan pemeliharaan lingkungan hidup, sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga dimana sesuai diatur dengan undang – undang. Negara kita juga harus menerapkan sistem otonomi atau pengalihan sebagian kekuasaan kepada daerah, supaya mereka bisa mengatur daerahnya masing masing sesuai dengan Berlaku Diskriminatif Segala bentuk diskriminasi dapat diartikan sebagai pelayanan yang yang tidak adil terhadap individu atau golongan tertentu. Diskriminasi terjadi Kebanyakan karena karakteristik yang diwakili oleh individu atau golongan tersebut yang tidak disukai, sehingga korban tidak bisa mendapatkan keadilan. Perlakuan diskriminasi merupakan salah satu bentuk intoleransi. Kebanyakan diskriminasi dikarenakan perbedaan suku, antargolongan, jenis ankelamin, ras, agama, kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik Isu SARA Dalam konsep toleransi dikenal juga namanya istilah SARA, Dimana merupakan singkatan dari suku agama ras dan antargolongan. Berdasarkan undang-undang Dasar 1945 pada pasal 28e menyatakan bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya masing-masing. Sehingga sebagai warga negara yang baik, sobat kosngosan tidak bisa melakukan sesuatu yang menyinggung SARA yang dapat menyebabkan konflik horizontal Contoh penerapan sila kelima lainnya diantara lain 13. Punya kemauan untuk senantiasa menolong orang lain, yang bisa kita sesuaikan dengan kemampuan masing masing 14. Selalu menghargai hasil karya, pendapat dan kerja keras orang lain 15. Tidak bertindak semena-mena, apalagi mengejek dan merendahkan orang lain 16. Menghormati hak dan kewajiban orang lain, sebagaimana orang lain juga menghormati hak dan kewajiban kita 17. Berani memperjuangkan keadilan untuk diri sendiri, kelompok, untuk orang lain dan yang paling penting keadilan bersama. Baca juga Contoh Pengamalan Nilai Pancasila Sila ke 2 Contoh Pengamalan Nilai Pancasila Sila ke 3 Contoh Pengamalan Nilai Pancasila Sila ke 4Kesimpulan Keadilan sosial yang terdapat dalam sila terakhir dari Pancasila merupakan hubungan antar pribadi. Selain itu keadilan juga harus diberikan oleh negara terhadap warganya, misalnya hak untuk hidup sejahtera, dengan adanya bantuan subsidi, bantuan langsung tunai, atau segala kebijakan yang bisa membantu masyarakat. Semoga materi mengenai pengaplikasian perilaku berdasarkan nilai dari sila kelima Pancasila ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi buat sobat kosngosan semua. Jangan lupa untuk memberikan keadilan kepada orang lain dengan membagikan artikel ini ke beranda medsos mu ya, terimakasih.
PERANANTPA DALAM PEMBINAAN AKHLAK SANTRI DI MASJID MARDIYYAH KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR SKRIPSI Diajukan untuk Memen. Jual BUKU PELAJARAN SD : BEST SCORE 100 BANK SOAL MATEMATIKA SD/MI 4,5,6 - Kota Depok - KangBuku33 | Tokopedia Contoh Surat Balasan Lamaran Kerja Pengamalan Sila Ke 5 Dalam Eksploitasi Sumber Daya Alam Nama Dan Jenis

Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari sumber daya alam mineral, hingga sumber daya alam hayati. Namun, sayangnya eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan seringkali terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mengajarkan masyarakat untuk mengamalkan Sila Ke-5 dalam eksploitasi sumber daya alam. Sila Ke-5 Sila Ke-5 adalah “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Sila ini mengajarkan untuk memperhatikan kepentingan bersama dan menjamin keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengamalan Sila Ke-5 dalam eksploitasi sumber daya alam merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan keadilan sosial. Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan Pengamalan Sila Ke-5 dalam eksploitasi sumber daya alam dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan adalah suatu cara untuk memanfaatkan sumber daya alam tanpa mengorbankan kepentingan generasi masa depan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan adalah dengan melakukan pengelolaan sumber daya alam yang baik dan benar. Pengelolaan sumber daya alam yang baik dan benar dapat dilakukan dengan cara melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber daya alam secara berkala. Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Baik dan Benar Pengelolaan sumber daya alam yang baik dan benar adalah suatu cara untuk menjaga kelestarian sumber daya alam. Pengelolaan sumber daya alam yang baik dan benar dapat dilakukan dengan cara melakukan pengawasan terhadap aktivitas yang dilakukan di sekitar sumber daya alam. Apabila terdapat aktivitas yang merusak sumber daya alam, maka harus segera dilakukan tindakan untuk menghentikan aktivitas tersebut. Selain itu, pengelolaan sumber daya alam yang baik dan benar juga melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya alam. Pendidikan Lingkungan Pendidikan lingkungan juga merupakan salah satu upaya untuk mengamalkan Sila Ke-5 dalam eksploitasi sumber daya alam. Pendidikan lingkungan dapat dilakukan dengan cara mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam. Masyarakat dapat diberikan pemahaman tentang cara-cara untuk memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain itu, masyarakat juga dapat diberikan pemahaman tentang dampak dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan terhadap kelestarian sumber daya alam. Pemanfaatan Energi Terbarukan Pemanfaatan energi terbarukan juga merupakan salah satu upaya untuk mengamalkan Sila Ke-5 dalam eksploitasi sumber daya alam. Pemanfaatan energi terbarukan seperti energi surya, energi angin, dan energi air merupakan cara untuk memanfaatkan sumber daya alam tanpa mengorbankan kepentingan generasi masa depan. Pemanfaatan energi terbarukan juga dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui seperti minyak bumi dan gas alam. Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim global. Kesimpulan Pengamalan Sila Ke-5 dalam eksploitasi sumber daya alam merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan keadilan sosial. Pengamalan Sila Ke-5 dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan, melakukan pengelolaan sumber daya alam yang baik dan benar, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam, dan memanfaatkan energi terbarukan. Traveling

Gotongroyong sesuai dengan Pancasila ke berapa? Melansir dari laman Kemenkeu RI, gotong royong termasuk pengamalan nilai sila ke-5. Sila kelima berbunyi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ke-5 disimbolkan dengan padi dan kapas. Maknanya adalah kemakmuran dan kesejahteraan. - Penting untuk mengetahui contoh pengamalan sila ke-5 dalam Pancasila. Butir Pancasila ke-5 yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’, merupakan butir yang bermakna keadilan bagi masyarakat Indonesia. Prinsip keadilan merupakan inti dari moral ketuhanan, landasan pokok perikemanusiaan, simpul persatuan, dan juga kedaulatan rakyat. Dilansir dari BPIP, berikut tujuh contoh pengamalan sila kelima Pancasila yang bisa dilakukan di luar rumah. 1. Sikap gotong royongSila kelima ini bisa dilakukan lewat perbuatan luhur, juga mencerminkan sikap, rasa kekeluargaan, dan juga gotong royong saat berada di luar rumah. Dengan gotong royong, ini membentuk sikap bekerja sama dengan orang lain. Baca Juga Dulu Dukung Jokowi, Sekarang Hercules Siap Dukung Gibran Maju Pilgub DKI 2. Sikap adil kepada sesamaButir sila kelima ini, juga mengartikan harus bersikap adil kepada sesama manusia. Contohnya, Anda bisa bersikap adil kepada teman, saudara, maupun kepada tetangga-tetangga yang lain. 3. Memberi pertolongan kepada orang lainButir sila kelima ini mengartikan bahwa hidup harus memberi pertolongan kepada orang lain. Dengan sikap ini, ditandai bahwa seseorang memiliki sikap rasa kemanusiaan. Ini bisa dilakukan saat membantu teman maupun orang terdekat Anda. 4. Menghargai orang lainLewat butir sila kelima ini, ini bisa dilakukan saat menghargai orang lain. Baik itu dari hasil karya, kemajuan karier, maupun peningkatan prestasi. Dengan begitu, sikap ini dapat menjauhi seseorang dari rasa iri hati. Sikap ini bisa dilakukan kepada teman, keluarga, maupun saudara Anda. 5. Ikut kegiatan sosial di luar rumahDengan kata keadilan sosial, ini bisa dilakukan saat sedang ikut kegiatan sosial di luar rumah. Baik itu santunan anak yatim dan piatu, organisasi, maupun gotong royong. Lewat sikap tersebut, ini dapat mewujudkan kemajuan yang merata serta rasa berkeadilan sosial terhadap sesama. 6. Menghormati orang lainRasa adil terhadap manusia tidak hanya soal pembagian dan hak saja, melainkan juga sikap menghormati orang lain. Contohnya Anda bisa menghormati orang yang lebih tua, baik itu keluarga maupun tetangga rumah. Baca Juga Punya Sejarah Pertemanan Panjang, Hercules Tegaskan GRIB Dukung Prabowo Itu Harga Mati! 7. Tidak memeras orang lainSikap ini jauh dari kata keadilan kepada sesama. Untuk menumbuhkan rasa keadilan sosial kepada seseorang, perlu adanya sikap tidak memeras orang lain. Contohnya, seperti memeras materi maupun memanfaatkan tenaga orang lain. Pengamalansila ke 5 dalam eksploitasi sumber daya alam 1 Lihat jawaban Iklan Jawaban 3.4 /5 90 Dirwank sila ke 5 keadilan sosial bagi Seluruh rakyat Indonesia . pegamalan Dalam pemanfaatan sumber Daya Alam termuat Dalam pasal 33 ayat 2 dan 3 UUD 1945 ayat 2 : cabang cabang produksi yang penting dikuasai oleh negara Home » IPS » 30 Contoh Pengamalan Sila Ke-5 Sila Kelima Pancasila On November 4, 2018 In IPS Pancasila adalah dasar negara dan pedoman hidup bagi bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila berisi pokok-pokok pikiran yang dituangkan secara formal dalam bentuk Undang-Undang Dasar. Sebagai pedoman hidup, Pancasila menjadi panduan bagi rakyat Indonesia dalam bersikap dan berperilaku. Kandungan isi dari sila-sila dalam Pancasila tersebut pada dasarnya telah menjadi bagian dari norma kehidupan bagi rakyat Indonesia sejak dahulu kala. Sila kelima dari Pancasila yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” merupakan cita-cita luhur bangsa Indonesia untuk menciptakan kesejahteraan bersama berdasarkan keadilan. Para leluhur kita telah memiliki semangat mencapai cita-cita mayarakat yang sejahtera dan berkeadilan. Oleh karena itu kita juga harus memiliki semangat untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Caranya adalah dengan bersikap dan berperilaku sesuai dengan sila kelima Pancasila tersebut. Sebaliknya, sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan sila kelima Pancasila harus kita hindari. Bagaimana cara sikap dan perilaku yang sesuai dengan sila kelima Pancasila? Pemerintah telah menetapkan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yang berisi 45 butir. Butir-butir pedoman tersebut merupakan penjabaran dari kelima sila dalam Pancasila. Berikut ini pembahasan contoh sikap dan perilaku yang sesuai dengan sila kelima Pancasila. 11 Butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Sila Ke-5 Kelima Pancasila Ada 11 butir pedoman pengamalan sila ke-5 yang terdapat dalam 45 butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormati hak orang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum. Suka bekerja keras. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Contoh-Contoh Pengamalan Sila Ke-5 Kelima Pancasila Berikut ini beberapa contoh pengamalan sila ke-5 dari Pancasila yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berlaku adil terhadap sesama Menghormati hak orang lain atas dasar keadilan Suka bekerja keras Tidak berperilaku boros Tidak bergaya hidup mewah Suka berhemat Tidak melanggar peraturan yang berkaitan dengan kepentingan umum Tidak menyalahgunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi Tidak merusak fasilitas umum Tidak malas dalam bekerja Menghargai hasil karya orang lain Tidak menggunakan mobil pribadi untuk kebut-kebutan di jalan raya Tidak merusak lingkungan yang dapat membahayakan masyarakat Melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama Gotong royong membangun jalan Gotong royong membersihkan sungai Membantu perekonomian masyarakat dengan memberikan pelatihan usaha Memberdayakan potensi wisata desa Menjaga suasana kekeluargaan di lingkungan masyarakat Tidak bersikap pilih kasih dalam pergaulan di masyarakat Menolong orang lain untuk mandiri Berpartisipasi untuk membangun desa Tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan masyarakat sekitar Memelihara fasilitas umum Gotong royong membangun jembatan Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban secara seimbang Melindungi hak-hak orang lain Melakukan kegiatan untuk kesejahteraan bersama Tidak melakukan pemerasan terhadap orang lain Tidak menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu tetangga About Author JadiPaham
Renatamaharani (6670180028)Tema: Problematika sosialMata kuliah: PancasilaTujuan : agar masyarakat dapat menyadari hak serta kewajiban mereka sebagai warga
Pengamalanini diatur dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 dan telah diperbarui setelah reformasi dengan Ketetapan MPR NO.I/MPR/2003. Lantas, seperti apa contoh pengamalan sila ke-5 dalam Pancasila? Berikut ini adalah butir-butir pengamalan Pancasila sila-5 yang dikutip melalui laman resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Sudahjelas bahwa salah satu nilai yang terkandung pada sila kelima pancasila yaitu larangan untuk menguasai dan mengeksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran yang mengakibatkan orang lain menderita dan tidak sejahtera karena dampaknya. .